Seminar Technogame di Universitas Machung


Benar-benar pengalaman yang luar biasa bisa menjadi pemateri di event ini, meski hanya menyampaikan sesuatu yang sangat sederhana yaitu tentang “Kodu Game Lab”. Tapi ternyata banyak yang tertarik dan sampai di sesi pertanyaan sampai ada peserta yang ingin bertanya tapi berhubung waktu habis ya mau bagaimana lagi.🙂

Seminar Machung Techno Game
Bersanding dengan pemateri hebat yang lain, Pak David ( pendiri divinekids.com), mas Aditia Dwi Perdana (salah satu Founder Agate studio) tentu merasa gimana gitu. Saya serasa jadi debu di padang pasir, ga ada apa-apanya dibanding orang hebat tersebut.
Pada  saat presentasi, saya lihat peserta begitu tenang dan penuh perhatian. Saya jelaskan satu demi satu tips trik menggunakan Kodu dan pada sesi terakhir saya sedikit melakukan inovasi menggunakan speech recognition sebagai pengenal perintah didalam kodu. Hasilnya semakin bikin gaduh…haha…banyak yang penasaran sampai pemateri yang lain terheran dan sampai bertanya juga kepada saya. Seneng banget lah…:D

Sudah cukup cerita tentang presentasi saya tadi,  akan saya lanjutkan dengan membagi pengalaman tentang apa yg disampaikan mas Aditia di seminar hari ini. Saya terkejut ternyata semua foundernya Agate Studio masih muda-muda, kirain pendirinya sudah tua-tua. Dan ini membuat saya benar-benar terinspirasi untuk terus berkarya, apalagi setelah tau perjuangan mereka( Founder Agate studio) saat mendirikan sebuah game studio. Berawal dari kumpulan mahasiswa ITB yang waktu itu masih kuliah semester 3 atau 4 gitu saya lupa.. hehe…Disana mereka punya mimpi, passtion, hobi yang sama, dan tentunya hobi ngegame. Namun saat kegandrungan maen game, katanya sih sampek 1 minggu bolos kuliah gara2 levelling game online tp akhirnya muncul kebosanan ngegame dan muncul ide bikin game.
Calon game pertama mereka istimewa konsepnya, sampai 9 bulan menggarap ide cerita dan ngoding. Apa coba endingnya? gamenya gagal, karena dari mereka tidak ada yg bisa nggambar. Akhirnya berkenalan lah dengan orang2 design dan membuat game untuk kompetisi-kompetisi. Tapi tetep gagal dan ga da yang masuk juara waktu itu, hebatnya lagi mereka ga kapok bikin game malah lebih punya minat yang lebih besar untuk bener2 masuk didunia game dev. Kira-kira tanggal 1 April 2009, para geng suka bikin game tadi mendeklarasikan berdirinya sebagai agate studio dengan kondisi perusahaan awal yang bener2 kasihan banget. Kerja 15 jam sehari dan gaji 1 bulan sampek 50 ribu katanya. Dengan kondisi awal saat berdiri seperti itu, ternyata ada juga yang melamar kerja disana. katanya sih gaji awalnya cuma 100rb. Tapi itu dulu, sekarang Agate bukan game studio ecek-ecek lagi. Saya bener2 salut dengan kekompakan dan kerja keras mereka. Dan saya berharap bisa membuat team yang solid seperti agate studio untuk membuat agate studio versi saya. Aamiin.

Satu lagi yang paling saya suka di Agate studio adalah lingkungan kerja yang bener2 “gila”. Maksudnya bener2 bebas berekspresi, bebas pake baju kekantor, kekeluargaannya bener2 terasa banget. Meskipun ditempat kerja saya sama bebasnya tapi ga nemu orang yang se visi misi kyk diagate studio. Bener2 pengalaman yang tak terlupakan dan ini hari pertama saya berpakaian resmi setelah 6 bulan kerja di Malang sebagai programmer, biasanya sih ngantor pake kaos oblong, celana jeans, dan sandal.😀

Sukses terus game developer Indonesia.😉

One thought on “Seminar Technogame di Universitas Machung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s