BUDAYA MENULIS BANGSA KITA


Dalam kegiatan sehari-hari kita pasti sudah sering melakukan kegiatan menulis, namun pada bahasan ini yang dimaksud menulis adalah menulis ilmiah. Apabila sudah mengandung kata ilmiah maka sangat erat sekali dengan dunia pendidikan dan tentu saja hanya pendidikan di Indonesia yang saya bahas. Dari kata menulis sendiri sudah muncul banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak saya, salah satunya yaitu “Apakah menulis di Indonesia merupakan suatu budaya nasional?”.

Fakta menunjukkan bahwa di Indonesia terbilang kurang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah baik berupa karangan ilmiah, penelitian, jurnal dan buku. Dibanding dengan Malaysia, Indonesia sudah jauh tertinggal, buktinya di negara tersebut terdapat universitas yang masuk peringkat 200 dunia dan ironisnya di Indonesia tidak satu pun masuk dalam nominasi tersebut. Jika dilihat dari jurnal internasional, apakah kita sering menemukan nama pengarang yang dari Indonesia? Pasti jawabannya adalah pernah bukan sering. Dan jika dilihat dari produksi buku per tahun di Indonesia hanya 4000-5000 buku sedangkan di Malaysia sampai 7000 buku lebih dalam satu tahun. Itu memang fenomena dan sekaligus masalah nasional yang tidak cukup satu orang atau beberapa orang, namun memerlukan usaha dari semua elemen masyarakat meski hanya sebagai pendukung.

Lemahnya produksi karya ilmiah atau penelitian di Indonesia ini salah satunya dan yang paling mempengaruhi adalah kurangnya dukungan dan perhatian dari para birokrat kampus khususnya. Hal ini dapat diamati dengan jelas, perbandingan dari kuota penelitian dibandingkan dengan peneliti/calon peneliti(mahasiswa) itu sangat timpang dalam hal jumlah. Mungkin hanya ada 10 proposal penelitian yang diterima dalam setiap Universitas yang berisi ribuan mahasiswa. Selain itu bagi para dosen atau pengajar tidak ada wadah atau paguyuban untuk melakukan diskusi ilmiah, bagaimana mampu mengembangkan ilmu yang didapat jika tidak pernah bertukar informasi secara intensif? Dan satu lagi kebanyakan pengajar bangsa kita kebanyakan diambil dari negeri sendiri sehingga tidak ada perubahan yang lebih baik. Berbeda dengan Malaysia saat masih berkembang, mereka impor guru-guru dari Indonesia yang dianggap lebih maju dan sekarang bisa dilihat sendiri hasilnya.

Banyak sekali hambatan-hambatan dalam menulis karya ilmiah tersebut, selain dari faktor luar seperti yang ada diatas yaitu faktor dari manusianya itu sendiri. Inilah faktor yang paling menentukan, mungkin hambatan diatas tidak berpengaruh banyak jika kita sudah terbiasa menulis. Bayangkan jika kita kembali ke masa kecil kita, tidak ada kebanggaan bagi orang yang bisa menulis saja. Orang tua dan guru-guru lebih bangga jika anak didiknya sudah bisa membaca dan tentunya akan lebih bangga jika bisa membaca dan menulis. Faktor utama yang mempengaruhi kebiasaan menulis kita berawal dari masa kecil kita. Ketika masih Sekolah Dasar jarang sekali dibudayakan menulis oleh guru-guru kita, meskipun tidak ilmiah. Saat itu menulis hanya sebagai alat bantu belajar mengajar, tidak untuk menghasilkan suatu karya. Jika mulai SD sudah terbiasa untuk menulis apapun (baik buku harian, puisi, cerpen, dan lain-lain), maka di SLTP akan lebih mudah untuk diarahkan pada menulis ilmiah, dari sini akan terbentuk dasar yang kuat jika di SD sudah terbiasa menulis. Menginjak jenjang yang lebih tinggi hanya untuk sekedar pemantapan dasar dan pengasahan kemampuan untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik. Pada akhirnya mampu menjadi mahasiswa sekaligus sebagai calon peneliti yang mampu menjadi inspirator dan motivator tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Itulah harapan besar saya, agar budaya menulis di negara kita bisa berkembang dan mampu memajukan bangsa ini. Dan siapa yang harus berusaha menumbuhkan budaya itu? Kita semua, baik tua muda, kaum cendekia, pedagang, dan semua aspek masyarakat harus berusaha mebudayakan menulis. Minimal dengan mendidik anak-anak mereka agar mampu mengungkapkan gagasannya secara tertulis. Dengan itu saja bisa merubah masa depan Indonesia agar menjadi lebih baik.

2 thoughts on “BUDAYA MENULIS BANGSA KITA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s